Ternak Bebek yang menjanjikan
- Tuesday, August 31, 2010, 10:15
- Bisnis
- 1,558 views
- Add a comment
Mengulik Bisnis Itik
Bisnis itik pedaging masih terbuka luas. Terbukti dari kian maraknya resto bebek. Kendati tiap lini bisnisnya punya permintaan tinggi, jaringan yang kuat tetap menentukan.
Itik, atau yang biasa disebut bebek ini, sebetulnya jenis unggas yang kerap digolongkan “jorok”. Itu jika dilihat dari cara makannya yang sembarangan, serta senangnya unggas ini bermain di kubangan air. Namun, sudah saatnya citra buruk itu dihapus. Bagaimana tidak, semua lini bisnisnya –- pembibitan, pembesaran, pengepul, pemilik rumah makan — bisa meraih keuntungan hingga 30%.
Semua itu lantaran tren mengonsumsi daging itik terus meningkat. Malah, berdasarkan data Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI), selama tiga tahun ini secara signifikan minat konsumen terhadap itik memang naik drastis.
Maraknya Resto Bebek
Salah satu pemicu kenaikan itu adalah menjamurnya rumah makan penyaji santapan daging bebek. Seolah hendak mengikuti jejak sejumlah resto bebek yang kondang, seperti Nasi Bebek Pak Joko Putra, di Petogogan, Blok A, Jaksel, atau Bebek Ginyo, di Tebet dan Bintaro, Jaksel, atau Bebek Kaleyo di Cempaka Putih, Jakpus, dan Rawamangun, Jaktim, sejumlah resto bebek, termasuk bebek peking, terus tumbuh.
Di sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto, Ciledug, Tangerang, fenomena itu kian kasat mata. Lihat, satu-persatu muncul resto bebek. Ada Bebek Gombyos, Bebek Gembur, Bebek Chaplin, Pondok Assalam, dan Bebek Tiktok Bakar Gaharu. Belum lagi warung tenda yang menyajikan menu bebek goreng serta bebek penyet.
“Untuk cabang Pondok Assalam, dari 7 cabang, di sini paling banyak permintaan bebeknya,” kata Taswari (57) yang bekerja sama dengan Nana Rukmana mengelola Pondok Assalam.
Menjadikan menu bebek sebagai andalan pun dilakukan Gaharu, penyaji bebek tiktok bakar. “Kami andalkan bebek sebagai menu utama,” aku Aryo Bayu (26), pemilik Gaharu.
Jika Pondok Assalam atau Gaharu baru mampu menghabiskan puluhan ekor bebek per hari, lain lagi dengan Nasi Bebek Joko Putra yang berdiri sejak 1993. “Kami harus siapkan 100 ekor bebek per hari,” ungkap Deky Rahmat (30), adik Joko Putra.
(sumber :http://www.agrina-online.com/)

